Selasa, 26 Juni 2012

Thibbun Nabawi vs Kedokteran Modern: Bisa Akur, Kok!



Sering dipertentangkan dan dipahami secara salah kaprah. Padahal, jika dilakukan secara beriringan, efeknya bisa lebih menguntungkan.

Oleh: Dyah Pratitasari
Laporan Khusus Majalah NIRMALA, Maret 2012


Sepintas, rumah pengobatan yang terletak di bilangan Jati Asih, Bekasi, itu terlihat biasa saja. Luasnya tak lebih dari 100 meter persegi. Letaknya berimpitan dengan rumah penduduk dan toko. Yang membuatnya istimewa, sepanjang hari pengunjungnya terus mengalir.

Di sana jugalah, Pepeng (37 tahun, bukan nama sebenarnya), karyawan swasta di Jakarta, berobat. Sekitar dua bulan yang lalu, ia kena asam urat. “Saya ke klinik ini dan dibekam, langsung enakan. Sekarang, setiap hari saya juga rutin minum minyak zaitun dan jintan hitam”, tutur ayah satu anak, yang mengaku rutin dibekam dua kali dalam sebulan.

Bekam, herbal, dan rukyah, merupakan beberapa metode pengobatan thibbun nabawi yang sedang diminati. Klinik-kliniknya tumbuh subur bak cendawan di musim hujan. Produk-produk khas Tanah Suci seperti air zamzam, minyak zaitun, madu, kurma, dan jintan hitam juga laris manis di pasaran. Jenis pengobatan yang satu ini diminati karena berbagai alasan. Pepeng, misalnya, sangat yakin dengan keampuhan thibbun nabawi karena metode tersebut merupakan warisan Nabi SAW. “Sesuatu yang dicontohkan oleh utusan Tuhan pasti atas petunjukNya. Tidak mungkin salah”, tuturnya.

Sementara Meylisa (43 tahun), ibu rumah tangga yang berdomisili di Tangerang, menuturkan, berbekam adalah salah satu metode yang efektif baginya dalam menjaga kesehatan. “Kalau badan mulai meriang, leher kaku-kaku, dan dibekam, setelah itu langsung segar lagi”, ia menggambarkan.

Bisa dijelaskan secara ilmiah

Thibbun nabawi, artinya pengobatan yang bersumber dari ajaran Nabi Muhammad SAW. Tata caranya meliputi banyak hal, antara lain bekam, rukyah, serta memanfaatkan bahan-bahan alami seperti herbal, produk lebah, kurma, dan air zamzam.
  • Bekam 
Dunia medis mengenal hyperemia, sebuah istilah untuk menyebut sel darah yang telah tua, rusak, atau cacat. Sel darah yang rusak ini membuat darah menjadi kental, alirannya tidak lancar, membebani kerja organ, dan memicu bermacam-macam gangguan penyakit.
Bekam berperan mengeluarkan sel-sel darah merah rusak yang berhasil melarikan diri dari karantina limpa dan kembali ikut beredar ke seluruh tubuh. Mekanismenya dengan menyedot darah kotor tersebut melalui jalur meridian atau titik-titik akupuntur, antara lain yang terletak di leher, di antara kedua bahu, pangkal paha, dan bagian atas telapak kaki.
  • Rukyah 
Dalam sebuah hadis, Rasulullah SAW menyatakan bahwa setan bisa bersemayam di dalam aliran darah, mempengaruhi pikiran dan hati. Pengertian setan tersebut tidak hanya mengacu pada makhluk gaib, melainkan juga segala sesuatu yang dapat menimbulkan gangguan baik secara fisik, emosi atau mental, dan spiritual. Prinsip terapi rukyah bekerja mengusir “setan” dengan sarana doa, sambil memohon pertolongan dan perlindungan dari Tuhan.
Terlepas dari jenis keyakinan yang dianut, manfaat doa sebagai terapi sudah diakui secara medis. Doa yang dipanjatkan pada Tuhan, diiringi keyakinan sekaligus kepasrahan, terbukti memberdayakan aspek fisik, mental, sekaligus spiritual, secara bersamaan. “Koneksi diantara jiwa, hati, otak, dan seluruh sistem tubuh terbukti mampu meningkatkan sistem kekebalan, memperbaiki fungsi jantung, dan perubahan-perubahan psikhis yang lebih baik pada diri pasien”, jelas Wyatt, peneliti Pusat Kesehatan Universitas Mississippi, Amerika Serikat.
  •  Produk lebah  
Lebah (An-Nahl) dikisahkan secara khusus dalam kitab suci Al Quran, karena hewan yang satu ini memang memiliki banyak keistimewaan. Lebah adalah hewan yang senang bekerja keras, sangat menjaga kebersihan, dan sangat selektif memilih makanan. Semua produk yang dihasilkan oleh lebah seperti madu, propolis, bee pollen, royal jelly kaya dengan zat nutrisi berupa asam amino, mineral, vitamin, karbohidrat, hormon, enzim, dan masih banyak lagi.
Khasiatnya juga sudah dibuktikan sejak ribuan tahun yang lalu. Penelitian demi penelitian membuktikan bahwa produk lebah mampu berperan sebagai antibiotik, antioksidan, antiradang, antijamur, antinyeri, melancarkan pencernaan, memperkuat imunitas, dan masih banyak lagi. Wajar, jika ia dimanfaatkan untuk mengobati macam-macam penyakit.
  • Jintan hitam 
Apa pun jenis penyakitnya, pada saat kita sedang sakit, itu karena sel-sel di dalam tubuh kita sedang lemah (bahkan rusak) sehingga tidak memiliki energi untuk bertahan atau beregenerasi. Kondisi ini, dalam istilah medis disebut mitochondria cytopathy. Berbagai penelitian menemukan, nigellone dalam jintan hitam berperan penting dalam mencegah dan mengatasi kondisi tersebut. Cara kerjanya antara lain dengan memperpanjang usia sel, menghambat peradangan tersembunyi yang terjadi di tingkat sel, dan menambah fleksibilitas diameter pori-pori sel sehingga nutrisi yang masuk bisa diserap dengan baik.
Aktivitas nigellone ini didukung oleh senyawa-senyawa lain. Minyak atsiri, misalnya, membantu melancarkan energi pencernaan. Asam lemak membantu mencegah peradangan. Saponin bekerja menciutkan lendir. Antosianin berperan sebagai antioksidan dan menghambat radikal bebas. Thymoquinone berperan mengaktifkan kelenjar thymus dan memproduksi antibodi. Sedangkan anthraquinone mengikat racun.
  • Minyak zaitun 
Pada tanggal 21 April 1997, sebanyak 16 pakar ilmu kedokteran tersohor dari berbagai negara di dunia berkumpul di Roma, Italia. Dalam pertemuan tersebut, mereka menegaskan bahwa minyak zaitun dapat melindungi tubuh dari ancaman hipertensi, kolesterol tinggi, diabetes, obesitas, dan serangan jantung.
Sumber lain mencatat, minyak zaitun juga berperan dalam mengoptimalkan fungsi kantung empedu, melancarkan pencernaan, meningkatkan proses regenerasi sel, mengatasi peradangan, serta mencegah pertumbuhan sel tumor dan kanker. Khasiatnya itu sangat dipengaruhi oleh senyawa aktif yang terkandung di dalamnya, berupa omega-9, omega-6, dan asam lemak jenuh.
  • Kurma  
Ibnu Abbas ra mengatakan, Nabi SAW menyukai jenis kurma terutama jenis kurma ajwa. Penulis buku Thibb An-Nabi, As Suyuthi, mengatakan bahwa kurma ajwa merupakan makanan istimewa yang bergizi lengkap. Dalam bukunya yang berjudul “Fisiologi, Anatomi, dan Morfologi Pohon Kurma”, Dr Jabbar An-Nu’aimi menyatakan bahwa kurma kaya dengan kandungan karbohidrat, protein, lemak, zat besi, tembaga, seng, belerang, magnesium, mangan, flavonoid, kalsium, potassium, sodium, klorin, vitamin (A, B1, B2, B7, C, D), serat, zat gula, dan masih banyak lagi.

Itu sebabnya, sejak dahulu kurma ajwa dimanfaatkan untuk mengatasi berbagai macam gejala penyakit. Contohnya antara lain mencegah anemia, menenangkan syaraf, membangkitkan stamina, mengatasi sembelit, mencegah radang usus, menambah produksi asi, menghaluskan kulit, dan menambah daya ingat. Yang perlu dicatat, apapun jenisnya, kurma biasanya mengandung zat gula yang relatif tinggi. Jadi jika pengidap diabetes ingin mengonsumsi kurma, lebih disarankan untuk memilih kurma Nagal yang citarasanya sedikit sepat dan pahit.
  • Air Zamzam 
Dalam penelitian yang dilakukan di sebuah laboratorium di Eropa, ditemukan bahwa kandungan air zamzam memang berbeda dengan sumur-sumur lain yang ada di sekitar Mekah. Air zamzam mengandung elemen-elemen sebanyak 2000 mg per liter, dimana kandungan yang terdapat pada air mineral alami lainnya tidak lebih dari 260 mg per liter. Selain itu, air zamzam mengandung kalsium, magnesium, dan fluoride yang lebih tinggi dibandingkan jenis air yang lain. Kalsium dan magnesium membuat air zamzam berkhasiat obat, sementara fluoride berperan memusnahkan kuman yang terdapat di dalamnya.

Sebuah hadis berkata, “Air zamzam berkhasiat sesuai niat orang yang meminumnya”. Masaru Emoto, peneliti dari Jepang telah membuktikan, molekul air dapat berubah menjadi bentuk yang indah ataupun buruk, bergantung pada niat dan kalimat yang diucapkan padanya. Berdasarkan temuan tersebut, kalangan ahli meyakini bahwa sesungguhnya air biasa pun dapat bermanfaat sebagai obat, jika disertai dengan keyakinan, niat dan doa.


Konsep holistik
Meskipun tata cara yang digunakan berbeda dengan kedokteran modern, thibbun nabawi bukanlah terapi alternatif. “Thibbun nabawi juga tidak hanya mencakup tata cara pengobatan, melainkan juga mencegah datangnya penyakit, menjaga kesehatan, dan meningkatkan kualitas kesehatan”, tutur Dr Brilliantono M. Soenarwo, SpOT, FICS, MD, PhD, ahli bedah tulang di Jakarta, yang menerapkan thibbun nabawi dengan tata cara kedokteran modern.

BACK TO AL-QUR’AN: MOZART TERNYATA TIDAK MEMBUAT CERDAS!


BACK TO AL-QUR’AN: MOZART TERNYATA TIDAK MEMBUAT CERDAS!

Baru-baru ini saya dikagetkan oleh sebuah fakta baru penelitian bahwa ternyata musik klasik tidak memiliki pengaruh apapun terhadap kemampuan kognitif seorang anak. Itu artinya, mendengarkan musik klasik tidak mencerdaskan anak sebagaimana yang selama ini kita tahu. Selama lebih dari 15 tahun, kita terkecoh oleh publisitas yang banyak membesar-besarkan tentang musik klasik yang dapat memacu kecerdasan seorang anak. Dulu, sebelum saya mengenal banyak keajaiban Al-Qur’an, saya cenderung memegang pendapat bahwa musik klasik dapat merangsang perkembangan otak janin dan mencerdaskan anak. Tapi, beberapa tahun kemudian, saya mulai berpikir, jika mozart yang ciptaan manusia saja bisa mencerdaskan anak, maka tentu Al-Qur’an yang merupakan mukjizat yang telah Allah berikan kepada kita ini lebih dapat mencerdaskan anak.

Dan ternyata itu benar.

Beberapa orang peneliti dari University of Vienna, Austria yakni Jakob Pietschnig, Martin Voracek dan Anton K. Formann dalam riset mereka yang diberi judul “Mozart Effect” mengemukakan kesalahan besar dari hasil penelitian musik yang melegenda ini.

Pietschnig dan kawan-kawannya mengumpulkan semua pendapat dan temuan para ahli terkait dampak musik Mozart terhadap tingkat intelegensi seseorang kemudian mereka membuat riset terhadap 3000 partisipator. Hasilnya ternyata sangat mengejutkan! Berdasarkan penelitian terhadap ribuan partisipator itu, Pietschnig dan rekan-rekannya menyimpulkan bahwa tidak ada stimulus atau sesuatu yang mendorong peningkatan kemampuan spasial seseorang setelah mendengarkan musik Mozart.

Senada dengan Jacob Pietschnig dan kawan-kawannya, sebuah tim peneliti Jerman yang terdiri atas ilmuwan, psikolog, filsuf, pendidik, dan ahli musik mengumpulkan berbagai literatur dan fakta mengenai efek mozart ini. Mereka mengemukakan bahwa sangat tidak mungkin mozart dapat membuat seorang anak menjadi jenius.

Penelitian terbaru ini membantah habis-habisan hasil riset psikolog Frances Rauscher dan rekan-rekannya di University of California pada tahun 1993 yang mengemukakan bahwa musik Mozart ternyata dapat meningkatkan kemampuan mengerjakan soal-soal mengenai spasial.

Wow…padahal, selama ini kita sudah terlanjur percaya pada legenda musik klasik ini, ya?

Back to Al-Qur’an

Berbeda dengan Al-Qur’an. Al-Qur’an adalah mukjizat yang telah Allah jamin kemurniannya hingga hari kiamat kelak. Ada banyak kemuliaan dan kebaikan yang ada dalam Al-Qur’an. Salah satunya adalah Al-Qur’an dapat merangsang perkembangan otak anak dan meningkatkan intelegensinya.

Setiap suara atau sumber bunyi memiliki frekuensi dan panjang gelombang tertentu. Nah, ternyata, bacaan Al-Qur’an yang dibaca dengan tartil yang bagus dan sesuai dengan tajwid memiliki frekuensi dan panjang gelombang yang mampu mempengaruhi otak secara positif dan mengembalikan keseimbangan dalam tubuh.

Bacaan Al-Qur’an memiliki efek yang sangat baik untuk tubuh, seperti; memberikan efek menenangkan, meningkatkan kreativitas, meningkatkan kekebalan tubuh, meningkatkan kemampuan konsentrasi, menyembuhkan berbagai penyakit, menciptakan suasana damai dan meredakan ketegangan saraf otak, meredakan kegelisahan, mengatasi rasa takut, memperkuat kepribadian, meningkatkan kemampuan berbahasa, dsb.

Pada asalnya, milyaran sel saraf dalam otak manusia bergetar secara konstan. Sel ini berisi program yang rumit dimana milyar sel-sel di sekitar berinteraksi dalam sebuah koordinasi yang luar biasa yang menunjukkan kebesaran Allah.

Sebelum bayi lahir, sel-sel otaknya mulai bergetar berirama secara seimbang. Tapi setelah kelahirannya, tindakan masing-masing akan mempengaruhi sel-sel otak dan cara mereka bergetar. Jadi jika beberapa sel otak tidak siap untuk mentoleransi frekuensi tinggi, ini dapat menyebabkan gangguan dalam sistem getar otak yang pada gilirannya menyebabkan banyak penyakit fisik dan psikologis.

Seorang peneliti bernama Enrick William Duve menemukan bahwa otak bereaksi terhadap gelombang suara tertentu. Dan gelombang tersebut dapat berpengaruh secara positif dan negatif. Ketika beredar informasi bahwa musik klasik berpengaruh terhadap perkembangan otak manusia, banyak kalangan menggunakan musik klasik sebagai obat terapi.

Tapi, Al-Qur’an tetaplah obat yang terbaik. Terapi dengan Al-Qur’an terbukti mampu meningkatkan kecerdasan seorang anak, menyembuhkan berbagai penyakit, dsb. Ini dikarenakan frekuensi gelombang bacaan Al-Qur’an memiliki kemampuan untuk memprogram ulang sel-sel otak, meningkatkan kemampuan, serta menyeimbangkannya.

Satu lagi, Al-Qur’an diturunkan dengan bahasa Arab, yakni bahasa yang memiliki nilai sastra yang tinggi, dan bahasa nomor satu yang paling sulit untuk dipelajari. Kita tahu, bahwa tidak ada satupun dari kita yang mampu menandingi keindahan bahasa Al-Qur’an. Namun, tahukah Anda, bahwa ternyata jika kita mampu berbahasa Arab dapat memudahkan kita untuk menguasai bahasa asing lainnya?

Anak-anak yang terbiasa membaca Al-Qur’an disertai dengan memahami maknanya, ternyata memiliki kemampuan berbahasa yang lebih baik daripada anak-anak lain. Bahkan meski bahasa tersebut masih asing, ia tidak membutuhkan waktu yang lama untuk kemudian menguasainya, insya Allah.

Janin usia 7 bulan sudah dapat merespon suara-suara di sekitar ibunya. Nah, untuk itulah, penting bagi ibu hamil untuk banyak-banyak memperdengarkan Al-Qur’an kepada janinnya. Kita tidak mengharapkan mereka mengerti dan memahami apa yang kita baca. Namun, membiasakannya mendengarkan Al-Qur’an sejak dalam kandungan, membantunya untuk tumbuh dengan intelegensi tinggi, kemampuan berbahasa yang baik, dan kepribadian yang baik pula.

( Dari berbagai sumber By rumahbunda.com)

CARA MUDAH MEMPROGRAM ANAK AGAR TIDAK NGOMPOL


*CARA MUDAH MEMPROGRAM ANAK AGAR TIDAK NGOMPOL*

Yanto, 8 tahun, sudah berulang kali diperingatkan orang tuanya agar pipis dulu sebelum tidur. Namun, saran orang tuanya ini tidak cukup ampuh untuk mencegah supaya Yanto tidak pipis celana tengah malam. Bahkan, suatu malam ketika orang tuanya lupa memasangkan pampers. Kebiasaan Yanto ngompol di tempat tidur memakan korban. HP orang tuanya menjadi rusak. Orang tua Yanto tak habis pikir. Mengapa anaknya masih juga mempunyai kebiasaan “ngompol” di tengah malam. Padahal sudah berbagai cara dilakukannya untuk membuang kebiasaan anaknya itu.

Mungkin kasus Yanto ini masih banyak terjadi di kalangan orang tua. Walaupun bukan suatu kasus yang cukup serius tapi sering menjadi masalah yang terus berulang bagi kita sebagai orang tua.

Melihat kasus yang dialami Yanto membuat saya bertanya bagaimana cara memprogram anak supaya dapat “ngompol” sendiri di kamar mandi. Aha, untungnya saya mendapatkan sebuah pembelajaran yang luar biasa dari seorang ibu. Namanya kita sebut saja Ibu Juni. Seorang ibu rumah tangga, yang mempunyai anak perempuan sebanyak tiga orang. Dari cerita ibu ini. Anak-anaknya tidak pernah “ngompol” di celana lagi sejak usia mereka beranjak tujuh bulan. Kabar baiknya, Ibu ini mau berbagai rahasia bagaimana cara mudah memprogram anak “ngompol” sendiri ?

Inilah rahasianya:

Rahasia Pertama : Kenali tanda-tanda anak mau “ngompol”

Sebagai orang tua, khususnya ibu-ibu harus mempunyai keahlian mengenali tanda-tanda anak mau “ngompol” Dengan mengenali tanda-tanda ini kita dapat secara mudah mem buat programnya. Istilah dalam NLP disebut kalibrasi. Tanda-tanda yang sering muncul ketika anak sudah mau “ngompol” antara lain tubuhnya gelisah, bergoyang kesana-kemari. Atau Menangis. Setiap anak mempunyai tanda-tandanya sendiri. Setelah anda tahu dan mengenal dengan baik tanda-tanda ini. Gendonglah anak anda secara cepat. Dan bawalah ke tempat pipis yang telah disediakan atau ke kamar mandi.

Rahasia Kedua : Masukkan program “ngompol”

Sambil mengendong anak, pancinglah dengan kata-kata supaya si anak TAHU bahwa saatnya dia untuk pipis. Mulai dengan kata- kata pancingan seperti Pipisssss…..Pipissss….secara berulang-ulang. Saat anda melakukan pertama kali mungkin membutuhkan waktu yang cukup lama. Tetapi bila anak sudah teranchor secara audio. Dibutuhkan waktu yang sangat cepat. Tidak sampai lima menit. Dan ulangi juga program ini setiap pagi pada saat anak baru bangun tidur. Kuncinya terus berlatih, berlatih dan berlatih….

Rahasia Ketiga : Lakukan Future Pacing

Masukkan juga program buat si kecil supaya di masa yang akan datang dia dapat melakukan pipis sendiri secara mandiri. Misalnya dimasukkan program, “Lia anak yang manis karena selalu pipis sendiri”, atau ” Lia anak yang pintar karena selalu pipis sendiri setiap bangun tidur dan sebelum tidur, ” dan sebagainya. Lakukan terus program ini secara berulang-ulang. Sampai menjadi unconcious competence bagi si anak.

Pesan dari Ibu Juni, program ini sudah dia jalankan selama tujuh tahun. Dan membuahkan hasil bagi ketiga anaknya. Mungkin program ini bermanfaat bagi keluarga muda yang baru mempunyai anak. Yang penting bagi seorang ibu harus mempunyai niat yang tulus dan mau menahan kantuk pada saat anaknya tengah malam mau “ngompol”. Kuncinya lakukan dengan hati yang gembira.

kompasiana.com